Pages

Selasa, 01 Mei 2012

dari Kawan jadi Lawan


Bagi gue sepakbola merupakan agama kedua gue dan di sini gue bakal ceritain tentang salah satu klub kesayangan gue yaitu Manchester United (meski kemaren kalah dari city) sekaligus tentang salah satu keunikan derby sepakbola tertua di Inggris derby Manchester.

Di Benci oleh Kota Kelahiran, tapi di Cintai oleh Seluruh Dunia Itulah yang terjadi atas Manchester United dibenci publik kota kelahiran tapi di cintai oleh seluruh dunia, keadaan yang berbanding terbalik oleh Manchester City. Dulu pasca Perang Dunia kedua, kedua tim merupakan saudara yang saling membantu dan berbagi stadion setelah stadion Manchester City luluh lantah akibat bom dari Jerman. Di karenakan prestasi antara keduanya berbanding sangat jauh dan materi yang sangat melimpah kedua tim ini menjadi rival abadi yang tak pernah akur. Kebanyakan dari penduduk Manchester merupakan pendukung dari Manchester City dikarenakan dari faktor sejarah yang menganggap Man. United adalah klub kaya berbeda dengan manchester city yang dulu klub yang merakyat tapi keadaan berubah 180 derajat berbanding terbalik dengan 100 tahun yang lalu. manchester city berubah menjadi sosok klub superkaya mengalahkan rival sekotanya.

***

Denis Has Done It!
Masih ingat legenda Man. United Denis law, Ia menjadi terkenal selama sebelas tahun membela United. Law berhasil mencetak 237 gol dalam 409 penampilannya. Ia kemudian dijuluki The King dan The Lawman oleh para pendukung United. Dia adalah satu-satunya pemain Skotlandia dalam sejarah yang bisa meraih penghargaan pemain terbaik Eropa sejauh ini. Ia membantu United memenangkan juara Divisi Pertama pada tahun 1965 dan 1967.

Law adalah pencetak gol terbanyak kedua di United, satu peringkat di belakang Bobby Charlton. Law memegang rekor United sebagai pemain yang mampu mencetak 46 gol dalam satu musim.

Dari seorang pahlawan yang sebelumnya dipuja-puja, Law berubah menjadi musuh yang sangat dibenci pendukung United. Law meninggalkan Manchester United di tahun 1973 dan kembali ke Manchester City dengan status bebas transfer. 

Drama pun berawal ketika Francis Lee menggiring bola ke depan dan memberi umpan ke Denis Law yang berdiri membelakangi gawang. Secara spontan Law meneruskan bola itu menggunakan tumit belakang kakinya sehingga bola melewati kiper Alex Stepney dan gol akhirnya tercipta untuk keunggulan City, kiamat bagi United.

Pemain-pemain City lalu mengucapkan selamat kepadanya, namun Law hanya bisa tertegun diam. Pada menit-menit akhir pertandingan, pendukung United memaksa masuk ke dalam lapangan. Law meninggalkan lapangan dengan kepala tertunduk saat digantikan. Ia menyadari konsekuensi golnya tersebut telah membuat United terdegradasi. Ia memilih untuk tidak merayakan gol tersebut karena masih mencintai United. Namun ternyata diketahui United telah terdegradasi walau pertandingan berakhir imbang, tetapi Law tidak mengetahui hal itu.

Permainan ini merupakan pertandingan klub terakhir dari karir profesional Law, karena ia pensiun pada musim panas berikutnya.
Law kemudian berkata tentang gol tersebut, "Saya jarang merasa begitu tertekan dalam hidup saya seperti yang telah saya lakukan pada akhir pekan itu. Setelah 19 tahun memberikan semuanya untuk mencetak gol, saya akhirnya mencetak satu yang saya tidak harapkan terjadi". (afp/wiki

Tidak ada komentar:

Posting Komentar