Pages

Selasa, 01 Mei 2012

Rocca, Es Krim, dan Sejarah Manchester United



TEMPO.CO , Jakarta: - Sangat jarang yang tahu bahwa penemu nama klub raksasa sepak bola Inggris itu adalah seorang bocah penenteng es krim dari Italia. Namanya Luis Rocca.  Ia hanya seorang pemungut bola. Tugas sehari-harinya, ya itu, mengambil bola yang ditendang pemain keluar lapangan. Sebagai tukang pungut, ia lebih sering menyentuh bola dengan tangan ketimbang kakinya.
Tak mengherankan, dalam urusan menendang bola, ia terhitung katro. Prestasi satu-satunya sebagai pemain bola yang ia banggakan hanya ini: pernah menjadi pemain cadangan di sebuah klub di salah satu sudut Kota Manchester, Inggris. Bukan sebagai pemain utama.

Namun siapa sangka, dari bocah yang tak pernah dilirik kesebelasan di Bank Street, Manchester, itu, lahir nama salah satu klub terbesar di dunia: Manchester United. Ia memberi nama Manchester United pada 1902. Ia pulalah yang berjasa beberapa kali menyelamatkan United dari kebangkrutan.

Louis Rocca, bocah yang tak masuk hitungan itu, juga dikenal sebagai orang pertama yang sukses menciptakan sistem regenerasi pemain di Inggris lewat pencarian bakat dan akademi sepak bola.

Ia berburu pemain muda ke banyak kota, memasukkannya ke akademi, dan menjadikan mereka pemain-pemain cadangan yang hebat. Ia berhasil meyakinkan bahwa status pemain cadangan sama bergengsinya dengan pemain utama.

Rocca menyeruak ke dalam deretan pendiri The Red Devil berkat sepotong es krim. Terbilang unik, memang, cara Rocca masuk dalam pergaulan sepak bola di kota di barat laut London tersebut. Merasa tahu diri tak jago memainkan kulit bundar, ia rupanya memilih membagi-bagikan es krim sembari memungut bola.

Es krim itu ia tenteng dari toko milik ayahnya, Louis Rocca senior. Bersama Maria, ibunya, sang ayah datang ke Inggris pada 1870-an. Mereka berbisnis es krim di kawasan Newton Heath, Manchester. Keluarga sang ayah dikenal sebagai pemasok gelato Italia di Inggris. Rocca junior lahir di tanah air baru keluarga itu pada 1882.

Dengan ”diplomasi” es krim inilah bocah imigran itu cepat dikenal. Ketika pembuat bir lokal John Henry Davies mengambil alih klub Newton Heat FC, cikal-bakal MU, pada 1902, Rocca ikut diundang dalam perkenalan pemilik baru. Davies memutuskan mengubah warna klub dari hijau dan emas menjadi merah dan putih. Ia juga mengumumkan akan mengadakan pertemuan penggemar klub, direksi, dan sponsor untuk menentukan nama baru klub.

Namun sejarah tak pernah mungkir. Dari bocah penenteng es krim inilah, kata Riley, “United telah mendapat tiga hadiah besar: nama mereka, Matt Busby, dan sistem regenerasi pemain yang kini sangat mapan."


source : http://www.tempo.co/read/news/2012/04/29/099400402/p-Roca-Es-Krim-dan-Sejarah-MU

Tidak ada komentar:

Posting Komentar